Cabai Mahal, Cabaiku dirampok

Sudah beberapa bulan ini harga cabai mahal. Bahkan kemarin sempat baca koran harganya menyamai harga daging. Hmmm… Pedess gila harganya!! Marah besar.gif

cabai

Jujur gue nggak tahu kenapa harga cabai bisa semahal itu, ada yang bilang ulah tengkulak, ada yang bilang musim penghujan jadi penyebab. Entahlah, lha wong saya bukan menteri perdagangan.:p

Untungnya dikebun sekolah gue sempat nanam beberapa pohon cabai. Lalu ada rekan saya Mr.i yang bawa cabai dari rumah.

“Besok gue bawain bibitnya!”

“Wah bagus itu!” Gue sumringah denger dia niat mau bawa.

Keesokan harinya…

“Ini dia TARAA…!!!”

Gue melihat ke isi kantong plastik yang dia bawa. Ternyata eh ternyata! Itu berisi sekumpulan cabai busuk yang baunya, haduhh.. so hot banget. Saat itu kami berdua nggak mengira kalau harga cabai bisa melambung seperti sekarang.

“Ini bukan bibit..”

“Ini tinggal disebar. Aku tadi minta sama pedagang di pasar!”

“Yaudah sebarin!”

Mister i

Buat yang penasaran rupa Mr.i ini diaa… maaf orangnya gak mau difoto malu-malu kencing, eh malu-malu kucing hehee

Akhirnya dia sebarin itu cabai-cabai yang sudah merana. Dan sepertinya mereka makin merana karena disebar di sembarangan tempat. Namun dugaanku sedikit meleset, dalam waktu sekitar dua bulan sudah ada banyak sekali bibit cabai, nah malah giliran gue yang bingung.

“Cabai sebanyak itu mau ditaruh di mana?”

Akhirnya Mr.i kembali berinisiatif nanam di lahan sebelah kebun gue yang masih kosong. Dan akhirnya sekarang sudah berbuah.

Namun, ternyata makin banyak wereng di kebun gue dengan adanya kenaikan harga cabai ini. Kala hari ini gue lihat cabainya sudah menguning dan mulai merah..

Keesokan harinya semua cabai itu tinggal yang hijau-hijau. Nah loh! Ini yang ngambil siapa coba. Belum lagi Sasori dan Azizah yang asal main petik, ngambil buat anak dan istri padahal mereka nggak ikut menanam.

Entahlah sampai kapan harga cabai mahal. Gue harap harganya segera turun. 😀

Dipublikasi di kebunku, tanaman, Uncategorized | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

NGGAK BISA KOMEN??! TOLOONNGG…!!

Hmmm.. entah apa yang terjadi, etelah lama nge-blog dan tak pernah kena kendala tiba-tiba akses komen saya nggak bisa jalan.

Jadi kemarin saya sudah visit ke blogya Luxi, Mas Jauhary, s Pithecantropus dll.

Cuma TIAP NULIS KOMEN, KOMENTAR SAYA NGGAK MUNCUL!. Bahkan tidak ada pemberitahuan semacam “komentar anda menunggu moderasi”

Padahal saya nggak pernah merubah setting pengaturan blog saya.

Ada yang tahu sebabnya apa? mohon bantuannya ya teman-teman..

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Seenak Udelmu

Catatan 24 Oktober 2014

Hallow Blogger. hehehe malu.gif

Selamat Pagi dan semoga sehat selalu. Hehee

Maklum kalo anda bacanya pas sore dan lagi males-malesan. Emang gue nge-postnya sore, Cuma salamnya “selamat pagi” biar semangat dikit!

Kemarin minggu (23 Okt) sebenarnya gue udah pengen ngepost tapi hari ini malah lupa pengen ngepost apaan. Hahaha hahaha.gif

Pagi ini gue dikejutkan sebuah SMS yang ngasih tahu kalo temen gue lagi kena musibah. Sodaranya MATI. sorry gue nulisnya kegedean, tapi itulah yang dia tulis di SMS yang gue terima. Gue juga nggak terlalu mikir kenapa ketika sodaranya meninggal, lalu dia SMS ke orang bahwa sodaranya itu “MATI”. Menurut gue kata itu sungguh terlalu menyakitkan, Dia kan bisa pakai nada “meninggal dunia”, atau “nggak ada” “Tiada”. Kalau bahasa jawa bisa pakai “Tilar Dunyo” “Sedo”. Dsb.

Akhirnya gue harus nanggung getah dari musibah itu. Yaitu bagian pekerjaan teman ini saya yang handle. Kebayang kan jika kamu harus ngerjain pekerjaan orang lain, plus job desk kamu sendiri?!! Rasanya menjengkelkan.

Mungkin kalau teman itu bisa bekerja sama, sharing pekerjaan sih oke. Hari ini kita gantikan pekerjaannya dia, besoknya dia gantian membantu pekerjaan kita. Tapi kalau teman kita itu orangnya menjengkelkan dan nggak bisa saling membantu rasanya berat. Mau menggantikan itu.. HGGGRRRGGHHHH…. Rasanya nggak rela!

“Udah sono itu entar lu kerjain bla.bla.bla.” Kata Sarkicok, koordinator gue.

Gue heran sama orang botak dan sudah tua itu, selalu saja gue dijadikan tumbal. Kemarin Cakri sudah nggak masuk, fix saya gantikan job Cakri.

Hari ini Guys!! Senin.. IYA SENIN… di mana upacara bendera diadakan, di mana dedaunan gugur sangat banyak (yang dimulai dari guguran hari sabtu, minggu, plus senin pagi) menuntut untuk dibersihkan. Mampuslah saya!

daun berguguran.jpg

Sementara Sarkicok hanya bisa bicara bla.bla.bla. sok mengatur. Padahal dia sendiri nggak membantu apa pun. Kenapa ada orang seperti ini. Mengorbankan orang lain dengan alasan

“Gue udah tuaa.. nyapu kerjaan ndiri aja sudah encok!”

-_- Kalau begitu jangan banyak bacot! Kalau anda tidak bisa membantu, paling tidak jangan mengganggu. Itu prinsip yang musti kita pegang menurut gue.

Terserahlah orang mau ngoceh apa, terserah mau sok ngatur, loe kerjain sono, ntar yang lain kerjain yang ini (sementara dia nggak ngerjain apa-apa!). Gue asik aja mashyuk dengerin Maulid Simtud Durrar bareng Habib Anis bin Alwy Al Habsyi. 😀

Boleh Sharing dong teman-teman Blogger, kalau punya Bos, atasan, atau rekan kerja yang nyebelin dan “seenak udel” kayak saya. Silahkan dishare dan semoga bisa kita santet lewat online. Hehehe

Sekian.. xie xie.gif

 

 

Dipublikasi di Harian, Uncategorized | Tag , | Meninggalkan komentar