Puisiku Mati

Di mana langkah? ke mana pasrah?

Aku dan puisiku telah mati

tak lagi ditanya, “Apa itu puisi?”

 

Aku tenggelam, kala kelam

Wakt bagi puisiku mati

Waktu bagi keadilan mati

Waktu bagi korupsi rimbun trembesi

 

Jikalau satu waktu bisa kembali lagi

tidak puisiku, sebab tulisanku telah kering

Peluh di kening, tangan adanya letih

aku jiwa muda. Merana. Tak lagi hidup

Sebab negeriku juga sudah mati

 

Waktu puisiku mati

Bisa jadi waktu bangkit lagi

saat masa lampau kita sambung lagi

tapi aku tak mau

ada kata “bersambung” bagi film korupsi.

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di PuisI. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puisiku Mati

  1. puchsukahujan berkata:

    keren, two thumbs up 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s