Baca Yang Liu

Hari  ini gue baru aja baca buku karangan Lan Fang yang judulnya Yang Liu. Gue gak mau mereview, gue Cuma mau cerita ap yg gue dapat dari buku ni.

Pertma gue liat Sampulnya udah kelihatan kalo buku ini berhubungan dengan suatu etnis, maaf sebelumnya padahal saya gak mau bicara SARA di blog ini. Nah novel ini  seolah menggambarkan keadaan  pengarang  yang berada dalam etnis itu. Keterangan bahwa Lan Fang adalah trmasuk etnis itu diperkuat dengan komentar  seorang budayawan yang dipampang di halaman depan buku. Tapi  kok gue sanksi, Lan Fang itu berasal dari etnis itu apa bukan. Kalo merujuk namanya sih iya! Tapi saya pernah baca kolomnya bang A.S. Laksana yang  sedang membesuk Lan Fang dan di sana ditulis kalo Lan Fang itu asli Jawa, bahkan keduanya (A.S. Laksana dan Lan Fang) tertawa setelah saling bercerita perihal perawat yang mengira Lan Fang berasal dari etnis itu.

Yang kedua, buku ini seolah menjadi Gambaran kehidupan Penulis yang  mennggal karena kanker hati, di buku ini ceritanya kanker payudara. Mungkin karena  (maaf) payudara dianggap sebagai bagian penting sebagai wujud simbolis perempuan, ia ingin mengungkapkan  penderitaan seorang perempuan. Apa Cuma soal penderitaan? Oh! Tentu tidak dia  terlalu pintar untuk Hanya menulis hal itu. Di sini digambarkan  juga kasih saying yang ia dapat dari Pria yang pernah singgah di hidupnya.

Lan Fang, semasa hidup(kanan), dan salah satu buku karanganya “Yang Liu”

Ok! Final. Beberapa ulasan soal Lan Fang al:

Lan Fang lahir di Banjarmasin, 5 Maret 1970. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Namun, ia lebih menekuni dunia prosa dibandingkan melakoni karir di bidang hukum.

Ia juga aktif membimbing para pelajar dalam berbagai penulisan kreatif. Secara rutin, ia menularkan kemampuan menulis fiksi kepada pelajar di berbagai sekolah di Surabaya.

Sebagai penulis, Lan Fang menjadi nominee Khatulistiwa Award 2008 untuk novelnya, Lelakon. Cerpen-cerpennya masuk 20 Cerpen Terbaik Indonesia versi Anugrah Sastra Pena Kencana 2008 dan 2009.

Cerita bersambung buah tangan Lan Fang, Ciuman Di Bawah Hujan, dimuat di harian Kompas tahun 2009. Gramedia Pustaka Utama menerbitkannya sebagai novel dengan judul yang sama pada Maret 2010.

Ia juga telah melahirkan berbagai karya, antara lain Reinkarnasi (2003), Pai Yin (2004), Kembang Gunung Purei (2005), Laki-laki Yang Salah (2006), Yang Liu (2006), Perempuan Kembang Jepun (2006), Kota Tanpa Kelamin (2007), dan Lelakon (2007).

 

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian, Sastra. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s