Ia Wanita Yang Ada Dalam Mimpi

Dari segi Usia Shobar sudah cukup matang untuk membina rumah tangga. Pengabdianya sebagai guru Madrasah di sebuah pondok pesantren tidak usah diragukan, sebab sejak ia berstatus santri ia selalu memegang prinsip “Sami,na Wa atho,na (kami mendengar dan kami menaati). Jadi tidak heran jika ia termasuk santri yang disayang. Disuruh mengisi pengajian ia berangkat, Diminta mengisi khutbah jum,at ia menurut, Bahkan tidak segan ia bercocok tanam dan membagikan hasilnya pada sang kyai.

Musim nikah tahun ini ia termasuk salah seorang yang masuk radar panitia. Kask-kusuk diantara santri yang berstatus Ustadz tidak dapat dihindari, Namun bagi Shobar semua itu dianggapnya angina lalu. Ia tidak ingin membicarakan nikah, yang terpenting baginya mengabdi, belajar, dan mengajar.

Suatu ketika usai menunaikan sholat Isya, ia dipanggil sang Kyai. Ia didudukan di depan Sang Guru.

“Shobar! Kamu sudah waktunya menikah.”

“Saya tidak mau menikah” Jawabnya. Spontan

“Saya ke sini bukan bermaksud untuk menikah, kiai. Saya ke sini ingin belajar.”

“Tapi ini juga termasuk ketaatan yang aku ajarkan kepadamu” Jawab Sang Kyai.

Usai percakapan itu, Shobar menjadi panas dingin. Ia mencoba menenag-nenangkan diri, tapi usahanya gagal. Jika ada perintah paling berat yang pernah ia terima, perintah menikah adalah amalan paling berat.

Pada akhirnya waktu yang bergulir mengantarkan Shobar pada pelaminan.

“Padahal waktu itu saya hanya modal celana kolor saja, mana uang dikantong juga kosong!” Ujarnya terang-terangan bercerita. Toh pada akhirnya terucap juga ijab-kabul pertanda sahnya perkawinan itu.

Untuk pertama kalinya Shobar berhadap-hadapan dengan seorang wanita yang kini telah resmi berstatus sebagai istrinya.

Catat di sini!. Pertama ia tidak pernah pacaran dan sama sekali tidak kenal dengan wanita yang kini dihadapanya. Kedua, karena ini perintah Kyai, sehingga ia idak berani berandai-andai sebab modalnya hanya Ketaatan saja!. Orang bilang taat bongko’an. Ketiga, selanjutnya terserah mereka berdua…

Tetapi Shobar terkejut setelah melihat wanita yang menjadi istrinya. Ia merasa tidak asing dengan wanita tersebut. Ia terbengong-bengong ketika memperhatikan sajadah sholat dan kerudung sang istri. Ternyata ia adalah wanita yang beberapa kali mengisi kembang tidurnya. Mimpi yang menjadi kenyataan.

‘”Jika kita taat dalam menjalankan perintah agama semua menjadi mudah” Ujar Shobar memberi petuah.

Bahkan saking mudahnya, Shobar termasuk santri yang paling cepat punya anak diantara sesame santri yang ikut nikah mubarokah.Dan saking mudahnya, ia termasuk yang paling cepat punya menantu dan cucu, sebab anak pertamanya adalah perempuan. Nah…

Diambil dari Majalah Mulia (BMH).

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian, SEDEKAH dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s