Daripada Skripsi Gue Pilih Mati..!!

Bukan! Ini bukan soal gue yang bikin skripsi.

Tapi…

Akhir-akhir ini Dilla makin Jarang SMS, Telpon apalagi! Nggak pernah. Bukan karena ada Sule lalu jadi “AKU NGGAK ADA PULSAAAA!!!”

“Loe dimana? Lagi apa? Dengan siapa??” Gue nggak lagi jadi vokalis Kangen Band, gue sms ke Dilla.

(* Nggak dibales)

“Kamu marah y?? maaf y! L”

(*Nggak dibaless!!)

“Kamu kenapa sih??”

“MAAF MAS! AQ BINGUNG SAMA SKRIPSIKU!”

Jduoongg!!

Inilah dilemma yang lagi gue alami. Masa, iya gara-gara skripsi, gue dicuekin sama Dilla?!

“Tapi jangan gitu-gitu amat dong!!”

“Mas kok malah gitu?! Bukanya malah dukung aku?”

“Aku dukung kok! J”

“Ya Udah…! Bantuin dong!”

Dan akhirnya gue nekat bantuin Dilla.

“Skripsi ini tentang aplikasi Speechrecognition untuk membantu para Tunanetra dalam bers-SMS. Dengan aplikasi ini nantinya huruf teks dari SMS akan di-output menjadi Suara. Dan bisa juga sebaliknya…bla.bla.bla..” Tulisnya di SMS panjang lebar.

Gue Cuma bengong membaca penjelasan itu di SMS-nya. Gue mana paham Speechrecognition, de.el.el

Tapi gue heran!, ngapain SMS kalo ada telpon. Hmmm mungkin aja  dia kasihan kalo para tunanetra lagi nggak ada pulsa. Cara yang gue anggap kreatif!. Selain itu bukanya ada fasilitas pembaca pesan?!(Kalo di hape gue Nokia E63 sih ada, hehee bukan promosi lho ya??)

Tapi setidaknya (menurut gue), perlua ada Hape yang memudahkan para Tunanetra dalam ber-SMS. Bayangkan aja! Kalo mau SMS musti pencet tombol 3 kali, itupun udah pakai “tombol pintas”. Apa tunanetra mau disuruh menghafal tombl-tombolnya.

Setelah gue piker ternyata untuk membuat hape semacam itu tidak mudah, dan lagi butuh biaya besar.

“Kan ada Hape, buat nelepon aja!, ada juga aplikasi bawaan untuk membaca pesan di HP.” Jawabku sekenanya.

“Tapi ini kan lain… bla.bla.bla.”

Gue akhirnya diam. Seandaniya gue harus menulis skripsi gue lebih milih MATI (Menulis pAkai haTI). Idiih! Singkatanya maksa banget Bro! biarin yang penting nggak ngerjain Skripsi. Hehee 😀

Coba kalo skripsi bisa ditulis dengan bahasa hati.

Misalnya mau pratikum dengan ‘Membunuh” tikus. Lalu di skripsi ditulis.

Hari ini jum,at kliwon Tgl 13 Oktober… aku mau pratikum membunuh tikus. Aku nggak tega, abisnya dia unyuu banget! Kenapa dosenku yang galak dan botak terus maksa aku buat memutilasi tikus ini. Malang nian nasibmu tikus!.”

Dan pasti dosen kamu bakal bilang “Oh! What are you doing?? Mau bikin skripsi apa nulis diary Guoblok!!??!”

Gue masih ngelamun saat sebuah SMS masuk..

“Doain ya Mas! Semoga bisa cepat selesai!”

“Haahh…!!” Aku menarik nafas panjang.

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Daripada Skripsi Gue Pilih Mati..!!

  1. sarungbiru berkata:

    semangat sob…..

  2. Ade Rahmawati berkata:

    haha.. curhat sang korban ternyata

  3. AmeL berkata:

    #pukpuk skripsi itu emang idup dan mati nya mahasiswa!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s