PINGUIN HORROR 4

CERITA LALU: April bangun kesiangan sehingga telat ke kampus. Namun keberuntungan selalu menyertainya. mulai dari selamat dari kecelakaan sampai selamat dari omelan Bu Feronicca yang galak. Saat di ruang kuliah tiba-tiba suasana berubah mendadak menajdi aneh. lalu terdengar auman yang sangat mengerikan. Selamat membaca Lanjutanya  🙂

index33

April merinding. Ia mencoba memfokuskan pandanganya. Semakin jauh ia melihat ke depan, ia semakin jelas melihat sesosok makhluk.

“Pinguin!!” Seru April

Terlihat boneka pinguinnya menari-nari. Tapi….

Terlihat oleh April, di sekeliling Pinguin itu banyak sekali darah. Dan…

Ada sesosok tubuh yang diseret penguin itu. Itu… itu Andrew, mantan April.

“AAARRRRRGGGHHHH!!!!!!!”

Semua orang di ruang kuliah itu terkejut mendengar April berteriak sangat kencang. Bu Feronica Cuma bisa melongo. Saking kagetnya Bolpoin yang dipegangnya sampai jatuh.

“Kamu kenapa Pril??” Kata Vetty sambil mendekati April.

“Huu..huu..hiks..hiks..!!”April menangis sesenggukan.

“Pril! Kenapa??” Seru Aniya.

Akhirnya Aniya dan Vetty membawa April keluar dengan seijin Bu Feronicca.

Sesampai di Luar Vetty mengajak April ke kantin. Di sana April menceritakan Perihal bonekanya.

“Kok Bisa??!” Seru Vtty begitu melihat boneka yang selalu dibawa-bawa April di tasnya.

“Sini!” Aniya meebut boneka dari tangan vetty dan melihat Boneka itu dengan serius.

“Hmmhh..”

“Hmm.. apaan??” Cuap Vetty gara-gara boneka yang dipegangnya direbut tanpa permisi.

“Boneka ini… kayaknya ada yang nunggu!”

“Yang nunggu??” Vetty tampak bingung.

“He.em.”

Sementara itu April mulai menitikan air mata. Ia tak mengira kenapa boneka yang diberikan oleh pria yang amat dicintainya bisa membawa petaka seperti itu.

“Kamu sih Pril… Bawa boneka kok penguin, bawa boneka kucing kek! Dolphino kek!” seru Aniya mencoba melucu tapi malah gagal.

Teman April yang satu itu memang paling cuek, tapi di sisi lain sangat penasaran dengan keadaan April yang sedang dirundung masalah klenik. Maklum saja konon menurut cerita versinya dia itu masih keturunan penjaga alias juru kunci laut kidul.

“Pinguin kan Lucu!!” Gerutu April sambil manyun cmberut.

Vetty yang ada di sampingnya mengelus April

“Udah Dik.. nggak apa-apa kok! Kan ada kita”

April tersenyum, “Makasih ya!”

Vetty dan Aniya kompak mengangguk.

“Emang dapat darimana sih Pril Pinguinya?”

Tunggu kelanjutan PINGUIN HORROR 5, yang nyeritain asal muasal boneka pinguin milik Aprilia.

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke PINGUIN HORROR 4

  1. tinsyam berkata:

    tumben pendek, tanggung amat ceritanya.. ntar kalu udah jilid 100 ato khatam mau deh baca lagi..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s