Saya Sendiri Yang Lokal

Terkadang dalam kehidupan, kita bakal nemuin orang-orang yang fanatik sama satu dua hal. Ada yang fanatik sama ariel, ada yang fanatik sama Miyabi, dan ada yang fanatik sama alirannya, sektenya, ada pula yang fanatik sama negara tertentu.

Seperti pagi ini. Cimocha sudah ngendon di perpuss. Gua kaget ketika liat tuh cewek, dari belakang keliatan wuiih.. Cakepnaa.. Tapi dari depan.. jreengg..!! biasa aja.Dia megap-megap, nggak ngerti ngomong apa soalnya gue lagi pasang headset di kepala gue.

“oh baby kau sosok yang punyai arti.. Hadirmu lengkapiku di tata surya..” gue masih meracau menirukan lagu dari bondan. Eh! Tahunya si Cimocha malah lari ketakutan gara-gara dia ngira gue merayu.*GUBRAKK!!

Akhirnya setelah agak siang Cimocha balik lagi. gue nggak tega mau introgasi, masa harus gue tanya  “ngapain balik lagi??”. Apalagi kalo dilihat-lihat wajah si cimocha ini wajah yang innocence banget, rada sayu gimana gitu, masa ya gue tega. setelah itu  datang teman-temannya si Cimocha yang semuanya cewek, wow! Gue kayak lagi poligami sama 4 cewek, wekekek. Tapi tenang gue nggak ngapa-ngapain kok. Malah ada salah satunya yang nyelutuk

“suamiku kamu dari mana??”.

Gue cuma bisa bengong. Soalnya dia bilangnya bukan ke gue tapi ke teman ceweknya. whhuuaaa.. Jangan-jangan mereka kelainan!? Bahkan ketika ada bu Zoom lewat mereka sempat diteriaki maling eh! Salah yang bener diteriaki “eh! Kalian ini romantis banget? Jangan-jangan ada apa-apanya!.”

wah! gue mulai waspada kalo ada cewek masuk ke perpus. Jangan-jangan mereka kena kelainan. Bukannya gue ngelarang cuma gue nggak mau salah milih aja. Bayangin pas loe nembak cewek.

“cew! Aku cinta kamu. Mau nggak jadi pacar aku??”

lalu dia jawab.”sorry cow gue udah punya pacar.”

“siapa?? kok aku nggak pernah tahu!”

lalu dia ngenalin gandenganya yang ternyata seorang cewek. Huaa..!!! Dan kiamat pun terjadi

terlihat cimocha lagi liat film. Berpasangan dengan temen ceweknya, mereka berbagi headset. Pas gue lirik, eh! Ternyata lagi nonton film anime.

Sementara cewek yang lain, gue manggilnga Jubi, singkatan dari jiu jit tsu beauty. Coz dia anaknya manis, padahal dia tiap hari latihan jujitsu, tapi tetep aja keliatan maniess.. Setelah itu gue sadar ternyata semua pada kena virus mina no nihongo, artinya penjajahan jepang (translate via kamus asal). Ternyata semuanya pada doyan sama Jepang. Perasaan gue sendiri yang masih eksis ngemban kesetian pada budaya Indonesia. Yap! Gue masih belajar silek harimau, biarpun selalu nggak naik kelas. Hehee

lha kok cuma gue yang lokal??!” gue protes. Mereka pada liatin gue gara-gara nggak ngerti gue ngomong apa.

“iya. Lha si Jubi suka jiujitsu, cimocha sama temenya anime. Masa nggak ada yang suka sama indonesia.??”

salah satunya bangkit dan berkata. “saya sih nggak bangga sama negara kita, soalnya kalo juara cuma juara negara terkorup se-dunia!” gue langsung diam,ternyata ada benarnya juga ya!?

Dan setelah itu suasana menjadi hening

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Saya Sendiri Yang Lokal

  1. niccaniez berkata:

    hahahahaha…,jadi salah siapa????salah gue?salah teman-teman gue??atau salah Pak Raden????entahlah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s