Bukan Puding Tapi Purinn….!!

“Hmmm.. Nyamm.nyamm..” ahh.. Rasanya manis,halus dan lembut..

“PONG!!”

“lha pudingku mana??”

“hehehe sorry Bos saya makan, soalnya enak sih. Tapi bos ini purin bukan puding.”

“AAARRRGGGG….!!!” “BAK..BUG..BAK..DUAK!! PRANGG!!” *SENSOR

japanese snacks_purin

Ah! Maaf! Pembukaan yang kurang bagus. Hosh..hos… Setelah kemarin membahas akuarium dan laut Okinawa sekarang kita bakal membahas salah satu makanan khas Jepang. Ya! Puding, eh! PURIN. Hampir semua penduduk jepang tahu apa itu Purin. Purin adalah makanan yang berasal dari susu, di campur telur dan gula. Di sinilah uniknya, rasa manis yang halus dari telur berpadu dengan susu yang berasa manis dan pahit dari karamel.

Purin sangat mudah dibuat. Campurkan telur, susu, dan gula, lapisi sebuah cetakan dengan karamel, tuangkan campuran tersebut ke dalam cetakan ,panaskan lalu dinginkan. Keluarkan dari cetakan! Taraa..! sebuah Purin siap disantap. Banyak lhoo ibu-ibu di Jepang yang membuatnya sendiri di rumah. Tapi kalo nggak mau repot yaa beli di toko, udah ada kok yang dalam kemasan. šŸ™‚ Meski terkesan sederhana, dan cuma untuk pencuci mulut. Purin sekarang sudah berkembang, dalam hal rasa dan variasi campuran. Perbedaan bahan dasar, susu berkualitas, dan telur dari peternakan berkualitas mempengaruhi rasa dan tekstur Purin. Belum lagi varian rasa yang dikembangkan dengan campuran seperti teh hijau, labu, bahkan wijen hitam. Jadi hal sekecil purin pun bisa jadi rumit di Jepang. (Kebetulan yang gue makan ini rasa original, hehee :-p)

Purin sendiri aslinya berasal dari bahasa inggris “Pudding”!!. Jadi nggak salah dong gue nyebutnya Puding, hehehe :-p Pudding yang menginspirasi Purin ternyata pertama kali dibuat sekitar akhir tahun 1500-an pada masa pelayaran, di mana remah-remah roti yang tersisa dari kapal yang berlayar dicampur dengan tepung dan lemak dan telur, lalu dikukus. Lama-kelamaan buah-buahan ditambahkan, dan puding custard yang manis dibuat. Dikeraskan hanya dengan telur cair. Menurut analisa (ngaco) purin muncul sekitar 1860, setelah ada orang inggris bikin hotel di Yokohama, dan menyajikan pudding sebagai salah satu menu makanan. Tapi dari semua makanan yang ada hanya puding Custard yang tetap di sukai rakyat Jepang.

Kalao anda ke Jepang jangan lupa mampir ke Shiseido Parlour di distrik Ginza, Tokyo. Soalnya tempat yang satu ini punya Purin yang enaaakkk.. Banget! Dan lagi sejarah berdirinya udah lebih dari 100 tahun, wow!. Dan menurut mereka Purin sudah ditambahkan dalam daftar menu sejak tahun 1931. Sampai sekarang banyak generasi jepang yang menyukai dan memfaoritkan Purin, terutama yang punya rasa orisinal. Dan lagi tiap Purin punya kelasnya sendiri-sendiri. Beda bahan, beda rasa, beda kelasnya. Kebanyakan menyukai rasa dari Purin yang murah. Tips Bikin Purin (dari Shiseido Parlour) bahannya sich biasa. Telur, susu, gula dan Vanila. Gunakan kuning telur dan putih telur dengan rasio 6:1. Sebab itu bisa memperkaya rasa, dengan konsistensi yang tak terlalu lembut dan teksturnya cukup keras.

Mr__Purin_by_mayukichan purin

bahkan Purin juga menjadi inspirasi buat bikin kartun kayak gambar di samping. Nah! unyuu banget kan!

Oke! Selamat mencoba ya teman- teman..

“Wooii.. Nipponiaaa… Pokoknya balikin purin gue..!!!

“tapi Bos..!”

“BAG!!BUKKK!! BLAK! BRUG!!” SENCOR *tutup tirai.

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian, INFO. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bukan Puding Tapi Purinn….!!

  1. niccaniez berkata:

    wah…,dicuaca terik seperti ini kayaknya enak tuh…,hmmm…nyummy..,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s