Aiptu Jailani yang Tegas, patut dicontoh aparatur negara yang lain

Gambar

Sebagai penghargaan gue buat Pak jailani yang selama ini tanpa lelah bertugas dengan penuh kedisiplinan maka saya muat ulang artikel yang sempat saya baca di Facebook. Sumbernya kalo nggak salah dari Tribunews.

Aiptu Jailani sempat melakukan tilang teguran simpatik kepada istrinya karena melanggar aturan berlalu lintas.
Saat itu sedang berlangsung car free day minggu ke tiga di Kota Gresik. Ia saat itu kebagian bertugas menjaga tepat di sebelah timur jalan yang merupakan pusat dari car free day.
Pada saat itu, istrinya pagi-pagi berbelanja ke pasar yang berada di Simpang Lima dengan menggunakan sepeda motor.
Saat akan kembali ke rumah pelaksanaan car free day sudah dimulai, untuk menuju ke arah timur setiap gang sudah dijaga dua orang polisi agar tidak ada kendaraan bermotor masuk.
“Istri ku setelah belanja pulang ke rumah menuju arah timur. Ia maunya lewat gang, tetapi sama teman-teman disuruh ke Timur dan tidak ada apa-apa bila ke Timur,” ungkapnya di Bandara Juanda belum lama ini.
Kebetulan di sebelah timur jalan, Aiptu Jailani sedang bertugas menjaga car free day. Melihat istrinya melanggar peraturan akhirnya Jailani memberhentikan laju kendaraan istrinya.
“Saya turunin, saya tegur, marahin dia, dan saya tindak. Saat saya tilang (istri saya), saat itu banyak orang sekali dan berbicara wong bojone (istrinya sendiri) ditilang, bojone sendiri ditilang. Tidak masalah yang penting tahu aturan, tapi maaf tilang yang saya berikan adalah tilangan teguran simpatik,” tuturnya.
Memang sebetulnya sang istri kurang begitu tahu pasti tentang car free day. Tetapi saat istrinya masuk gang, teman-teman Aiptu Jailani yang menjaga gang-gang tersebut meminta istri Jailani terus ke timur.
“Istri saya mau belok gang sama teman-teman saya terus-terus, dikerjain, di sebelah timur pusatnya car free day saya disitu, saya tindak istri saya,” ungkapnya.
Kemudian suatu ketika ia memberhentikan sebuah kendaraan yang menerobos lampu merah. Saat itu Jailani yang melihatnya langsung memberhentikan kendaraan tersebut.
Karena pelanggarannya cukup berat karena bisa menyebabkan kecelakaan berlalu lintas, maka Aiptu Jailani tidak segan-segan menindaknya dengan memberikan tilang. Tetapi saat akan ditilang pengemudinya minta berdamai. Meskipun berkali-kali minta berdamai tetapi Jailani tidak pernah mau. Sampai akhirnya pengemudi tersebut mengeluarkan kartu KPK. Tetapi tetap tidak bisa ia tetap menilangnya.
“Saya sering menilang terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti boncengan tiga, melanggar marka jalan, kalau SIM jarang,” ungkapnya.
(tribun/20/4/13)

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s