Resensi Buku DRUPADI (Jangan Lecehkan Kehormatan Wanita)

Haahhh Akhirnya selesai jug a gue membaca buku ini. Ceritanya sih memang hanya “diceritakan kembali” dari epic Mahabarata yang terkenal itu. Lalu siapa Drupadi?? Drupadi adalah istri dari Pandawa yang tertua, Yudhistira.

Foto(1470) copy

Cover depan buku Drupadi (Jangan Lecehkan Kehormatan Wanita)

Cover depan buku Drupadi (Jangan Lecehkan Kehormatan Wanita)

Judul Drupadi : Jangan Lecehkan Kehormatan wanita
No. ISBN 9786022550488
Penulis Ardian Kresna
Penerbit Diva Press 
Tanggal terbit Februari – 2013
Jumlah Halaman 422 Halaman
Berat Buku
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 13,5 cm x 2,5 cm
Kategori Fiksi
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·

Di dalam Buku ini membahas pada saat di mana Pandawa mengalami masa pembuangan di hutan akibat kekalahan judi dadu.

Mulanya diceritakan perihal strategi licik para kurawa dan Patih sengkuni guna mendapatkan kerajaan Amarta. Kerajaan Amarta adalah kerajaan yang dipimpin oleh yudhistira (Kakak tertua para Pandawa). Negara itu juga ditempati para Pandawa, sehingga pemerintahan berjalan makmur, tentram dan sejahtera.

Sedangkan Duryudana dan saudara Kurawanya tinggal di Astina yang kacau balau karena dipimpin dengan semena-mena.

Nah! Siasat licik Kurawa adalah mengajak Yudhistira bermain dadu, yang tanpa diketahui bahwa patih sengkuni sangat lihai memainkan lempar dadu.

Awalnya Yudhistira selalu menang, kemenangan itu semakin membuat Yudhistira bernafsu hingga akhirnya ia mempertaruhkan negaranya Amarta. Setelah kalah total ternyata Yudhistira yang juga terpengaruh minuman keras mempertaruhkan istrinya Drupadi. Terrnyata ia kalah, dan dengan sangat kecewa Yudhistira harus melihat Drupadi dilecehkan oleh para kurawa terutama Duryudana dan Dursasana. Kehormatan Drupadi dilecehkan oleh para Kurawa, terutama Duryudana dan Dursasana, tanpa seorang pun yang sanggup menolongnya. Rambutnya yang tergelung rapi layaknya istri bangsawan dijambak hingga terurai, sementara pakaiannya coba dilepaskan oleh si Dursasana. Maka, sumpah yang mengerikan pun terucap dari bibirnya. Ia tak akan menggelung rambutnya lagi sebelum dikeramasi dengan darah Dursasana!. Gue paling benci pas baca bagian Drupadi yang dilecehkan Kurawa, AARRGGHHH!!

Drupadi dan Lima Pndawa

Drupadi dan Lima Pndawa

Setelah kekalahan itu, Para Kurawa berjanji untuk mengembalikan kerajaan Astina dan Amarta yang harusnya milik Pandawa. Namun dengan syarat Pandawa harus mengalami masa pembuangan dua belas tahun dan satu tahun menyamar di sembuah Negara.

Nah ternyat para Pandawa memilih tinggal di negeri Wirata, dan kemelut semakin memuncak dengan adanya pengkhianatan Rupakena dan saudara-saudaranya.

Dan puncaknya terjadilah prang dalam ramalan, Ya! Perang Mahabarata di padang Kurusetra. Perang antara dua saudara dari darah Barata(Dewa). Perang antara Kebenaran dan Kebathilan.

Menurut Gue buku ini lumayan Bagus dari segi Pencitraan, namun ada sisi lemah dalam menggambarkan sosok Bima. Bima digambarkan Uring-uringan dan sangat berani. Padahal dalam lakon Bima sejati, harusnya bisa sudah memperleh ilmu sejati sebelum pembuangan. Bima yang dulunya pemarah mnjadi pribadi yang terkendali setelah menemui guru sejatinya.

Lalu dari silsilah keluarga Drupadi juga tak terlalu dijabarkan. Bagi yang awam perihal pewayangan pasti bingung!

Bagi mereka yang ingin membaca buku ini Gue sarankan supaya mempelajari Epic Mahabarata dlu sedari awal. Sebab focus buku ini adalah cerita pembunagn Para Pandawa yangmerupaan bagian tengah dari Epic Mahabarata, atau paling tidak Anda perlu belajar sedikit tokoh-tokoh pewayangan.

Demikian, semoga resnsi ini bermanfaat dan semakin membuat Anda ingin membaca. Toh dengan membaca buku ini Anda akan semakin memahami budaya bangsa, terutama soal Wayang.

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian, INFO, Resensi Buku dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Resensi Buku DRUPADI (Jangan Lecehkan Kehormatan Wanita)

  1. Mita Alakadarnya berkata:

    haduh bingung,, saya lebih tertarik ngelihatin kamu joget mas… 😀 (baca:emot palng bawah)

  2. pursuingmydreams berkata:

    Saya bingung dengan nama-nama toko wayang 😦

    • Rifai Prairie berkata:

      Hahaha wahh berarti Mbak harus lebih banyak belajar. Untungnya saya lahir di keluarga Jawa pedesaan. Dulu oleh bapak saya sering diajak nonton pagelaran wayang. Jadi sekarang cukup mengerti seluk beluk wayang. 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s