Resensi Buku “Dead By Morning”(Beverly Barton)

Selama gue vakum kemarin, gue sempatkan membeli buku-buku bestsellet yang dijual cuma 10-20 ribu. Salah satunya berjudul “Dead By Morning” karya Beverly Barton.

(sampai tgl 7 kemarin gue udah baca setengahnya) :3 mwehehee

DEAD BY MORNING

Informasi Umum:

Judul: Dead By Morning (Pesan Kematian)

Pengarang: Beverly Barton

tema: Fiction-Romantic Suspense, Thriller, pembunuhan, detektif, petualangan

penerbit: Dastan Books

Tahun Terbit : 2011 (terjemahan Indo 2012)

Jumlah Halaman: 492 halaman

Isi Buku:

“Dead By Morning” Bercerita tentang serangkaian pembunuhan yang menghantui para Agen Powell.

Adalah Derek Lawrence dan Maleah dua orang agen powell security Agency yang berusaha menyelidiki pembunuhan terhadap orang-orang terdekat agen powell agency.

Yang menyebalkan adalah selain membunuh orang terdekat para agen, pembunuh juga memakai modus operandi yang meniru seperti seorang pembunuh lain yang sudah ditangkap, Jerome Browning.

Korbannya selalu ditemukan dengan leher tergorok, dan ada bagian tubuh/kulit yang terkoyak membentuk sayatan segi tiga. Para korban juga selalu diletakkan di dekat ait.

Bahkan dalam prolog awal si pembunuh merasa “Air selalu menghadirkan kedamaian, bukankah demikian??”

Selain itu hubungan Maleah dan Derek sebagai rekan kerja tak berjalan mulus, terlebih karena sikap Maleah yang selalu ingin berkuasa. Untungya Derek adalah mantan agen FBi, yang ahli dalam hal kejiwaan dan mental. Dia bisa menghadapi tempramen Maleah yang keras.

ketika sedang berdansa berdua dalam acara pernikahan teman mereka, derek dan Maleah dikejutkan dengan dering telepon yang memberitahukan Tugas Baru bahwa ayah dari Ben Corbett tewas “digorok” si pembunuh. Ben corbett adalah seorang yang juga kerja di Powell Agency.

Sementara itu Griff dan Nic (Boss Powell Agency, atasan Maleah dan Derek) merasa bimbang dan resah. Bahkan Nic merasa semua hal terjadi akibat kesalahannya. Apalagi sikap Nic yang berusaha melindungi tak hanya keluarganya tapi juga karyawannya.

Dengan terpaksa Maleah dan Derek bekerja sama bahu membahu mengungkap kasus pembunuhan berantai itu. Untungnya pengaruh Powell Agency mempermudah langkah mereka. Mereka dengan mudah memperoleh akses dari kepolisian lokal, juga mudah masuk ke Penjara yang super ketat.

Tak menunggu lama, konflik baru dihadirkan dengan kasus pembunuhan Errol Patterson, seorang agen Powell Security Agency. Errol dibunuh saat lagi bulan madu! (duh! Sumpah tega bener sih Om! Hiii…) bahkan digambarkan secara “Indah” gimana si pembunuh meracuni Errol dan cyrene (pasangannya) lewat anggur sebelum mereka ber-indehoi, terus ketiduran dan…

“Kresss..!” Lehernya digorok pake pisau bedah!!!

Sementar dengan kelicikannya, si penjahat berusaha menggiring dan mengalihkan perhatian Maleah dan Derek ke Jerome Browning yang ada di penjara.

Mau nggak mau Maleah harus menghadapi Jerome, yang suka bermain dengan mental Maleah. Bahkan si Jerome sempat nanya ke Maleah

“apa warna celana dalammu?!”

(duh! mesum banget si Om!)

Tampaknya si Pembunuh dengan Lihai memanfaatkan keberadaan Jerome, ia menyuruh orang-orang tertentu menemui Jerome, supaya seolah-olah ada salah satu diantaranya yang merupakan pelaku peniru Jerome.

Nah! Saat mengejar wyman scudder (salah seorang yang diduga menemui Jerome Browning) ternyata mereka kalah cepat dengan si pembunuh yang sudah lebih dulu membunuh Scudder.

Selanjutnya Cindy Di’blasi (orang yang juga menemui Jerome Browning)

tewas “Disniper” ketika Maleah dan Derek berusaha mengamankannya!

Fiuh!

OpiniKu:

wow! Buku ini beneran bagus. Konflik yang dibangun mampu menghasilkan ketegangan. Hanya saja karena terlalu “Njelimet”  sensai ketegangan jadi berkurang. Sensasi pembunuhan juga digambarkan dengan bagus.

Selain itu romansa derek-Maleah menjadi bumbu tersendiri yang digambarkan secara apik.

Pokoknya buat kamu yang suka sama novel sejenis pembunuhan, atau action yaa lumayanlah buat dibaca (meski harus mengerutkan kening!)

Yang gue anggap jelek dari buku ini adalah…. ketika mulai awal sampai tengah disuguhi Thriller yang logic, eh! Diakhir-akhir malah ketemunya si pelaku adalah hantu dari masa lalu Griffin Powell, Sanders dan Yvette.

Ya ampun… Percuma dong! Gue melotot baca berjam-jam kalo pelakunnya hantu?!!

tapi kalo mau tahu jawaban sebenarnya siapa si pelaku mungkin harus baca seri ketiga “Dead By Nightfall”..!

Biarpun penuturannya lambat (meski diawal cepat) tapi justru menjadikan buku ini seru, sebab disela-sela konflik/kasus digambarkan perkembangan perasaan anatara Maleah dan Derek.

So, Lumayanlah buat dibaca pas lagi santai! Hehee

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Resensi Buku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Resensi Buku “Dead By Morning”(Beverly Barton)

  1. bukanperantau berkata:

    Ceritanya keren.. tp kok saya tidak tertarik yah dengan buku itu.
    Pernah baca buku sheila gak? yang Torey penulisnya..

    saya suka buku itu,

    Oiya, 6 bulan lalu, pernah mampir ke blog saya, tp baru saja saya approve komentarnya, efek sibuk hehe sorry yah

    salam kenal,
    Bukan Perantau

  2. luxi89soulmate berkata:

    hahaha…rifa’i mau jadi psikopat..hemm..oke deh..ntar aku coba cari bukunya.
    btw, enak ya kerja d perpus. bisa baca banyak buku..pengeeeen

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s