Resensi Buku “Destined For An Early Grave” by: Jeaniene Frost

Akhirnya buku baru bisa gue pasang, setelah gue berjuang mati-matian buat membacanya. Ya! Memang selama ini gue selalu berusaha melahap buku-buku baru yang gue beli sebelum gue pasang di perpustakaan. Biar gue tahu isi bukunya kalo ditanya! Hehee :3gue semilir angin

Kali ini buku Karangan Jeaniene Frost berjudul “Destined For An Early Grave”, diterjemahkan dengan judul Bayang-bayang Mimpi Buruk.

destined for an early grave

Info Umum:

Judul Buku           : Destined For An Early Grave (Bayang-bayang Mimpi Buruk)

Pengarang            : Jeaniene Frost

Penerbit                : Dastan Books

Jumlah Halaman : 436 Halaman

Genre                   : Fiksi, Vampire, Fiksi-Romance

Seri Ke                 : 4

Isi Buku (Jalan Cerita):

Berkisah tentang Catherine yang selalu dibayang-bayangi mimpi buruk. Dalam mimpinya ia selalu bertemu dengan sosok vampire yang sama. Vampire itu tidak dia kenal, namun ia seperti sudah sangat dekat dan memiliki ikatan emosional. Vampire itu mengatakan bahwa Catherine Bukan istri Bones.

Bones sendiri adalah kekasihnya. Bones seorang Vampir.

Adalah hal yang aneh! Jika Catherine yang ternyata manusia setengah Vampir fall in love sama Bones.

Awalnya Bones tak curiga akan mimpi Kitten(Nama panggilan sayang Bones ke Catherine). Namun ia mulai curiga ketika Catherine mulai menceritakan mimpinya.

Ditambah lagi dengan kedatangan Grandmaster Mencheres bersama beberapa master Vampir lainya. Mencheres memperingatkan perihal mimpi Catherine dan memberikan banyak petunjuk tentang Vampir yang menghantui mimpi Chatherine.

Vampir yang menghantui Catherine bernama Gregor! Vampir berkebangsaan Eropa (Perancis) yang memiliki kekuatan untuk memerangkap seseorang lewat mimpinya.

“Gregor dapat mengendalikan mimpi Catherine lalu menculiknya jika Catherine menyentuh Gregor!!” Begitu Peringatan Mencheres.

Gregor selalu menghantui Mimpi Catherine guna meyakinkan tentang masa lalu Catherine yang ternyata sudah dihapus oleh Mencheres.

Selain menghapus ingatan Catherine, Mencheres juga mengurung Gregor selama bebrapa decade. Namun Gregor bangkit dan mengincar Catherine. Rupanya Gregor, yang sebagai seorang Grandmaster vampire juga  memiliki kemampuan melihat masa depan! Sama seperti Mencheres. Karena Gregor berniat merubah masa depan, maka Mencheres mengurungnya.

(Diceritakan setiap Grandmaster Vampir dan Megamaster Vampire memiliki kemampuan yang lebih dari vampire rata-rata, adakalanya kemampuan mereka sama, tapi ada juga yang berbeda.  Gregor dan mencheres punya kemampuan lebih yang sama yakni mampu melihat masa depan, namun juga memiliki kemampuan berbeda. Gregor mampu memanipulasi mimpi, sedangkan Mencheres dapat membuat Pertahanan yang tak terlihat, bahkan membuat musuhnya melayang-layang di udara)

Petualangan berfokus ke usaha Catherine menghindari serangan Gregor. Bahkan ketika baru datang ke Paris mereka diserbu oleh beberapa gerombolan Ghoul.

Untungnya Catherine berhasil merobohkan dining Bar tempat mereka diserang dan melompat kea tap, lalu melompat ke seberang gedung, dan mengulangi lompatannya beberapa kali melewati beberapa gedung.

(Ghoul ini semacam makhluk zombie setengah Vampir. Biasanya manusia yang hampir mati lalu dijadikan vampire oleh vampire yang lain (Sire).)

Gregor yang dijuluki Dreamsnatcher,atau penculik mimpi, karena bisa menculik korbanya lewat mimpi terus mengejar Catherine. Berbagai usaha dilakukan Catherine dengan dibantu Bones dan Mencheres. Mereka kembali ke AS dengan pesawat pribadi, lalu Catherine meminta bantuan kepada pamanya, Don!.

Bones juga tak tinggal diam melihat gangguan terhadap pasangannya. Ia menemui Marie Leveau, yang juga dikenal sebagai Ratu Voodo. Namun Marie malah bersikap misterius dan cenderung menunggu perkembangan situasi.

Situasi jadi makin kacau ketika Ibu Catherine diculik dan dijadikan Vampir oleh Gregor. Padahal ibu Catherine sangat membenci Vampir, bahkan ketika bertemu dengan Catherine ia meminta Catherine membunuh dirinya karena tak menerima kenyataan jika ia sudah berubah menjadi vampir.

Persoalan kenapa Ghoul menyerang rupanya dipicu isu yang dibuat Gregor karena ingin mengalahkan Mencheres dan bones.

Bahkan Gregor sempat berhasil mengepung rumah persembunyian Bones. Ribuan Ghoul mengepung di luar rumah. Catherine merasa tak punya pilihan lain selain menyanggupi permintaan Gregor. Ia akhirnya jatuh di tangan Gregor.

Gregor memulihkan ingatan Catherine uang dihapus mencheres, namun cinta Catherine tak berubah! Ia tetap setia pada Bones. Meski ia tahu realitanya bahwa Semua kehidupanya telah dimanipulasi beberapa Vampir (Gregor dan Mencheres)

Dengan bantuan Vlad, Seorang Grandmaster vampire yang punya kekuatan Pyrokinetic, Catherine berhasil lolos dari Gregor. Vlad yang sering dipanggil Tepesh adalah vampire teman Catherine. Entah mengapa Vlad sangat melindungi Catherine, sepertinya ada perasaan khusus antara keduanya. Namun Vlad berkilah bahwa ia hanya kesepian dan butuh teman.

Yang menarik dari beberapa kejadian di dalam novel ini adalah ketika Vlad  membakar rumah Bones, karena ia ingin membawa Catherine menenangkan diri. Selain itu juga beberapa kali kemampuan unik Vlad ditampilkan.

Bagian the best  ada saat Catherine tahu dirinya sudah memiliki kemampuan Vlad. Hal itu terjadi karena Catherine memilih berubah menjadi Vampir demi menampik isu keinginannya jadi Ghoul.

Namun transformasi Catherine tidaklah seperti transformasi manusia biasa menjadi vampire, beberapa kejanggalan membuat Catherine harus berurusan dengan masalah baru.

Di akhir cerita Gregor harus bertarung dengan Bones dengan diawasi oleh para Pengawal Hukum. Para Pengawal Hukum ini merupakan kumpulan dari para Vampir Megamaster yang memiliki kekuatan sangat besar.

Pertarungan berjalan sengit, sampai akhirnya Catherine terpaksa membakar Gregor dengan kekuatan pyrokinetic-nya. Para Pengawal Hukum sepakat menjatuhkan hukuman pada Catherine dan Bones..

Mampukah keduanya menghindari hukman dari para Megamaster Vampir??. Bagaimana kisah cinta mereka?? Bagimana nasib Mencheres?? Vlad?? Dan Ibu Catherine??

Baca Bukunya segera!!

Istilah Asing:

Dreamsnatcher: Julukan Gregor yang berarti pencuri/penculik mimpi karena bisa menculik seseorang lewat mimpi.

Ghoul: Makhluk yang dulunya manusia lalu saat menjelang kematiannya dirubah jadi vampire.

Sire: Vampir yang menjadikan manusia lain sebagai vampire.

Grandmaster Vampir: Golongan Vampir dengan kekuatan besar. Memiliki kemampuan istimewa

Megamaster Vampir: Golongan Vampir tingkat tinggi, yang memiliki kekuatan besar, dan menjadi penegak hukum dunia kegelapan.

Pyrokinetic: Kemampuan mengeluarkan api dati tubuh.

Opini Gue: Gue yes-yes.

Jujur waktu pertama baca buku ini… hahhh ini buku apaan siihh… vampire-vampiran! Bosan!

Tapi begitu membaca terus dan sampai di konflik yang rumit gue semakin tertarik. Apalagijeaniene sangat lihai membuat konflik-konflik baru yang menjadikan buku ini penuh petualangan. Karakter yang dihadirkan juga sangat kuat! Gue sering nganggep kalau buku ini adalah kelanjutan serialTwilight, kisahnya tentang Catherine yang dalam twilight sama kayak Reneesme yang berdarah manusia setengah Vampir

Cocoklah buat teman sebelum tidur.. atau mengisi waktu libur.

Kelemahan buku ini mungkin karena Banyak konflik Cuma karena salah paham antara Bones dan Catherine. Banyak sekali tokoh vampirnya sampai kadang gue nggak hafal. Hehehee

But overally, it’s a great book!! gue_tepoktangan

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Resensi Buku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Resensi Buku “Destined For An Early Grave” by: Jeaniene Frost

  1. Chrismana"bee" berkata:

    Berasa nonton twilight 😀

  2. pursuingmydreams berkata:

    Pai ga serem ya baca buku horror sebelum tidur 😀 .

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s