Pemberian Karpet Yang Menjadi Penyelamat Kapal Dagang :D

Kisah ini diambil dari Majalah Cahaya Nabawiy, No.67 Tahun VI Dzul Hijjah 1429, Desember 2008. Dengan Judul asli “Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih. Oase di Belantara Metropolitan”.
Kisah ini dihikayatkan oleh Habib Abdul Bari bin Syekh al-Aydrus, dan dicantumkan dalam manuskrip Tajul A’ras, torehan pena Habib Ali bin Husein al-Attas.

Kisah ini adalah menunjukan kekaromahan Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih, namun bolehlah kita lihat dari sisi lain, yaitu sisi kedermawanan yang harus dimiliki tiap orang yang mengaku cinta kepada Rasul, Nabi, dan para alim ulama.

Alkisah, tibalah seorang wali di kediaman salah satu pecintanya. Ini bukan kunjungan biasa. Akan tetapi kunjungan sarat hikmah. Pasalnya, begitu ketemu Shahibul bait, sang Wali menggelontorkan permintaan yang agak ganjil.
“Aku menginginkan dua lembar permadani ini”. Titahnya. šŸ™‚

Sang pecinta terkesiap. Bagaimana tidak, yang diminta junjungannya itu adalah permadani buatan Eropa yang super mahal. Barang itu baru saja dibelinya. Ia amat menyayangi permadani itu hingga ditempatkannya di tempat khusus.

“Begini saja. Anda boleh minta apa saja, asal jangan permadani ini.” Pinta si Pecinta. šŸ˜®
“Tidak!. Aku tidak menginginkan lainnya” Sang Wali bergeming. Negosiasi alot. Dan akhirnya hati pecinta setengah mencair.
“Baiklah kalau begitu Anda boleh mengambil satu lembar saja.”

Setelah mendapatkan permintaanya itu, Sang Wali segera beranjak pergi.

Sang pecinta adalah seorang saudagar kaya raya. Sewaktu disambangi Sang Wali, dua armada kapal dagangnya sedang berlayar di lautan dengan membawa muatan yang banyak.
Sayang nahas mendera. Dua armadanya koyak akibat terjangan gelombang. Salah satunya terempas lalu tenggelam. Sementara satunya lagi selamat dan berhasil mendarat.

Hati saudagar sedikit lega. Syukur, tidak kedua-duanya tenggelam. Ia memeriksa kapalnya yang selamat itu dengan seksama. Dan, terpampanglah pemandangan ajaib di hadapannya. Ya, selembar permadani yang dihadiahkan kepada Sang Wali telah menambal rapat-rapat bagian yang koyak pada perahunya. Ia terpekur menyesali perlakuannya pada Sang Wali. “Mengapa tidak kuberikan kedua-duanya saja waktu itu”. Rutuk hatinya

Demikianlah kisah perberian permadani yang menyelamatkan kapal.
(Sang Wali yang dalam kisah diatas tak lain adalah Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih, ulama besar yang pusaranya ada di daerah boto putih, Surabaya. Dekat masjid Sunan Ampel. Karena hal itu masyarakat lebih mengenal beliau sebagai Habib Syekh Boto Putih.)

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di religia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pemberian Karpet Yang Menjadi Penyelamat Kapal Dagang :D

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s