GANDRIK!! Leak Bali, Melihat Dari Perspektif Arif

Selama ini kita selalu berfikir dan beranggapan bahwa Leak adalah sosok hantu yang seram yang berasal dari Bali. Namun sebenarnya ini adalah pemahaman awam yang keliru.

Kemarin pas gue search dan blogwalking mencari info seputar Bali. Tak sengaja gue menemukan artikel yang membahas soal Leak. AAAPPAA.. kaget stngah mati

Sebelum gue cerita lebih jauh pertama gue mau cerita dulu tentang sosok leak ini.

Pada tahun 2013 yang lalu, sekitar bulan Mei, sama seperti tahun-tahun sebelumnya sekolah di mana gue kerja mengadakan Study Tour ke Bali. Waktu itu yang ditunjuk sebagai penjaga dan pengawas adalah Cakri, temen gue sesama gardener.

Akhirnya mereka berangkat. Mulanya tak ada firasat apa-apa. Mereka menempuh perjalanan hampir mirip dengan yang gue alami tahun ini. Sampai di hotel sudah larut malam dan hampir jam satu malam.

Semua anak segera menuju kamar maisng-masing.

“AAAAA..!!” Terdengar teriakan keras dari salam seorang anak.

Semua guru berlari ke anak itu yang ternyata sedang ketakutan.

“Ada apa kamu??”

“I..itu Pak! Le.leak!!” Kata anak itu.

Namun setelah dicek atk terjadi apa-apa. Setelah itu malah ada yang kesurupan dan lalu digelarlah istighosah kecil di sana.

Setelah itu kemunculan Leak itu tak terjadi lagi.

Dalam bahasa Bali Leak berarti penyihir jahat. “Le” artinya penyihir. Dan “Ak” yang artinya jahat.

Untuk menjadi leak ada ilmunya. Jadi ini adalah semacam ilmu berubah wujud! Ilmu menjadi leak ada yang nyebutnya “Pangleyakan”. Supoaya bisa “ngeleyak” Juga ada tata caranya.

Konon kabarnya seorang praktisi leak diharuskan melakukan ritual di tempat pembakaran jenazah buat ngaben. Ada juga yang mengatakan harus di pemakaman.

Leak Cuma bisa berubah wujud di malam hari. Ada yang menyebutkan leak sebagai aliran ilmu kiri atau ngiwa (ngiwa dalam bahasa Bali berarti kiri). ya.ya.ya angguk-angguk

Ilmu leak sendiri menurut cerita tutur berasal dari Kediri, yang dulunya dimiliki Calonarang. Calonarang sendiri digambarkan dalam banyak versi, kalo di Jawa sepertinya nama itu nggak umum kalo dipakai cewek. Tapio ada juga yang mengatakan Calonarang itu wanita, dan dia seorang janda.

Ada dua pemahaman yang gue temukan kemarin. Yaitu yang menganggap Leak adalah sebuah aliran ilmu hitam jahat, dan yang menganggap Leak adalah representasi dari laku spiritual mempelajari sastra kuno Bali.

Anggapan pertama menilai Leak sebagai wujud jahat dari seorang yang melakukan/mengamalkannya. Pada tingkat tinggi wujud leak berupa Rangda. Rangda sendiri (kemungjkinan) diamboil dari bahasa Jawa “Rondo” yang artinya Janda. Maka dari itu ada tiga macam bentuk Leak, yang dua diantaranya adalah wanita.

liak-2

penggambaran sosok wujud rangda

Anggapa pertama menilai Ilmu Pengeleyakan berasal dariCalonarang. Dikisahkan pada masa pemerintahan Airlangga (1006 – 1042 M) di Jawa Timur, hidup seorang janda sakti mandraguna bernama Dayu Datu dari Desa Girah. Desa ini terletak di wilayah pesisir Kerajaan Kediri. Dayu Datu inilah yang kemudian dikenal sebagai Calonarang.

Calonarang menuliskan semua ilmu sihirnya kedalam sebuah “Kitab” – yang oleh pengikutnya disebut Kitab Calonarang. Namun kemudian, Mpu Bharadah berhasil mengalahkan Calonarang dan mengamankan kitab tersebut agar ilmunya tidak tersebar luas.

Semestinya masalah selesai di sini bila saja murid-murid Calonarang ikut dibunuh. Sayang, mereka berhasil melarikan diri ke Bali. Ilmu yang pernah mereka pelajari dari sang guru akhirnya dilestarikan hingga kini kita menyebutnya sebagai Leak.

Pada waktu itu kebanyakan orang jawa menganut agama Budha Tantrayana. Ada sebagian orang ang melakukan ritual tertentu di pekuburan demi mencapai moksa. Ritual itu dilakukan dengan cara menari-nari di atas kuburan sambil diiringi musik sambil makan organ mayat dengn bertelanjang dada. Tentu saja tak semua mengamini, ada juga para penganut faham Budha yang mengatakan bahwa riitualnya hanyalah melakukan olah Tapa atau bermeditasi demi mencapai pencerahan spiritual/moksa.

Anggapan kedua cenderung lebih kalem, menyatakan bahwa Leak merupakan ajaran sastra suci Bali yang bila diucapkan dengan daya cipta, akan mengubah seseorang menjadi apapun yang ada dalam pikirannya tersebut.

jurus menghilang

“Leak itu real. Tapi bukan hanya berbentuk seram yang selama ini dipersepsikan orang banyak, Leak itu ajaran spiritual yang bisa berubah bentuk menjadi apa saja. Jadi jangan heran kalau lihat motor jalan sendiri di Bali,” ujar Budayawan Bali, I Gede Ngurah Harta ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (31/8).

Ngurah mengatakan, siapapun bisa mempelajari aliran mistis yang mampu mengubah bentuk tersebut. Tidak ada batasan usia atau gender tertentu yang diwajibkan.

“Tidak ada persyaratan yang diharuskan untuk menjadi Leak, asal tekun dan serius mempelajari sastra suci Bali dan diucapkan dengan daya cipta yang kuat akan terwujud,” kata Ngurah.

Menurut Ngurah, Leak bukan hanya ditemukan di daerah Sanur saja melainkan tersebar di hampir seluruh kawasan di Bali. Namun derasnya arus budaya luar, membuat aliran spiritual Leak itu merangsek ke pedalaman di Bali saja, seperti Sanur.

Leak bukan makhluk yang dijadikan untuk pesugihan, tapi pilihan bagi orang-orang yang pecandu sastra kuno Bali yang suci. Karena tidak menghasilkan apa-apa, aliran mistis tersebut mulai ditinggalkan.

Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut Leak, tapi ‘liya, ak’ yang artinya lima aksara (memasukkan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu).

Lima aksara tersebut adalah Si adalah mencerminkan Tuhan, Wa adalah anugerah, Ya adalah jiwa, Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan dan Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa. Kekuatan aksara ini disebut lima api.

Manusia mempelajari kerohanian apapun, pasti akan mengeluarkan cahaya (aura) saat mencapai puncaknya. Cahaya tersebut keluar melalui lima indra tubuh yaitu telinga, mata, mulut, ubun-ubun dan kemaluan namun umumnya cahaya itu keluar melalui mata dan mulut.

Doa Leak sebagai berikut, (Belum tahu ini bener apa nggak :p hehee)

Ong gni brahma anglebur panca maha bhuta, anglukat sarining merta. mulihakene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahotama. ong rang sah, wrete namah.

Ada tujuh tingkatan rohani Leak :
– Leak barak (brahma). Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api.
– Leak bulan,
– Leak pemamoran,
– Leak bunga,
– Leak sari,
– Leak cemeng rangdu,
– Leak siwa klakah, adalah Leak tertinggi karena ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.

Tingkatan Leak paling tinggi menjadi bade (menara pengusung jenazah), di bawahnya menjadi garuda, dan lebih bawah lagi binatang-binatang lain, seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina dan lain-lain. Selain itu juga dikenal nama I Pudak Setegal (yang terkenal cantik dan bau harumnya), I Garuda Bulu Emas, I Jaka Punggul dan I Pitik Bengil (anak ayam yang dalam keadaan basah kuyup).

Perlu diketahui, pada zaman Raja Udayana yang berkuasa di Bali pada abad ke 16, saat sastrawan I Gede Basur masih hidup yaitu pernah menulis buku lontar Pengeleakan dua buah yaitu ‘Lontar Durga Bhairawi’ dan ‘Lontar Ratuning Kawisesan’

ngasih kado

WARNING!!! Cuma Orang Baik Yang Ninggalin Like & Comment Di Sini..!

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di cuap-cuap dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s