GANDRIK!! Memilih Ikan Koi-Yang Lokal atau Yang Impor

ali_103

😀 hahaa kemarin sehabis membahas mengenai kolam ikan, sekarang kita bahas penghuninya. Kalau kolam sudah jadi, sudah ada filternya dan aeratornya, maka tinggal memiloih jenis ikan sebagai penghuninya. Salah stau yang jadi favorit adalah ikan dengan warna dan corak menawan, yaitu ikan jenis Koi dan emas.

Bahkan sampai saat ini jenis Koi seolah jadi rajanya kolam, soalnya banyak sekali pembeli yang tertarik dengan ikan jenis ini sebagai penghuni kolam hiasnya. Meskipun ada juga yang diisi dengan ikan hias jenis lain. Atau malah ada yang diis ikan mujair atau gurame dengan alasan kalo sudah besar tinggal digoreng. Mungkin saya juga termasuk yang tipe kedua ini :p hehehee nyam..nyam. maem

Apa Bedanya Koi Lokal dan Koi Import??

Menurut sejarahnya, warna Koi bermula dari ikan karper di persia yang bermigras sampai ke Cina. Mungkin mereka ikut kata bijak “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Hehee Setelah migrasi ke Cina lalu masuk ke Jepang melalui jaur perdagangan. Mulanya warna koi berbeda-beda, maksudnya mereka Cuma punya satu warna aja, misalnya merah, hitam, putih, dan emas. Nah setelah dikawin silangkan setelah beberapa generasi maka lahirlah ikan Koi seperti kebanyakan yang ada di pasaran sekarang. Warnanya sudah nyampur nggak karuan :p hehee ya.ya.ya angguk-angguk

Ada 80 lebih jenis ikan Koi. Dan pastinya anda tidak akan hafal satu persatu nama dan ciri-cirinya, apalagi saya. 😀 kecuali para hobiis. Beberapa jenis nama ikan Koi antara lain, Kohaku, Sanke, Utsurinomo, dan Koromo. Mungkin si pemilik malah tidak tahu jenis ikan koi yang dipilih, yang penting Koi dipelihara karena warnanya cantik, kuat, dan mudah dipelihara. :p hehee

Yang ini udah pasti Import, tuh yang nernak aja import :p wkwkwk

Yang ini udah pasti Import, tuh yang nernak aja import :p wkwkwk

Baik Koi lokal maupun Koi import sebenarnya nggak ada bedanya, mereka masih satu garis keturunan. Cuma beda “akta kelahiranya” aja. Kalo yang lokal lahir di Indonesia, yang Import kebanyakan lahir di Jepang. Mereka yang udah ahli dalam bidang per-Koi-an pasti bisa membedakan antara Koi lokal dan Koi import. Koi Import bentuknya kecil membulat, sedangkan Koi Lokal lebih pipih. Soal warna Koi Lokal yang masih muda, usia 2-3 bulan terlihat bagus, stabil di usia2 tahunan, dan memudar di usia 4 tahun. Sebaliknya Koi impor muda belum terlihat mencorong namun semakin bertambah umurnya akan semakin menarik.

kalo campur aduk begini... susah dibedain :D

kalo campur aduk begini… susah dibedain 😀

Masing-masing memiliki daya tarik, daya tahan, dan harga yang berbeda.

Koi lokal memng lebih tangguh, dan harganya lebih murah. Sedangkan Koi Import daya tariknya lebih tinggi dan harganya lebih mahal karena faktor biaya perawatan dan biaya impornya. Unutk Koi lokal ukuran 20 cm harganya sekitar Rp.50.000,-200.000 sedangkan yang import bisa mencapai Rp. 2 juta.

Jenis Makanan

Kalo kita pergi ke toko ikan hias… banyak sekali jenis makanan buat Koi. Mulai yang dikemas dengan rapi dan dilabeli merk tertentu sampai yang Cuma dibungkus ala kadarnya. Yang jelas kita harus cermat dalam memilih makanan ikan koi, sebab makanan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan badan Koi dan keluarnya warna yang indah dari bada si Koi. Tersedia juga makanan yang fungsinya cuman buat ngenyangin si Koi saja, alias cuman buat cemilan.

 

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di kebunku dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s