Perlu renungan kemerdekaan

1408237085857156853

Lama gak ngeblog. Hehee oke langsung aja deh! ali_116a.gif

Hari ini di sekolah tempat kerja saya jadi gardener…

HOREE…

PLAKK!! JDUNG..

CIHUUYY!!

AYO! AYO!!

Hadeehh berisik banget yak?!! Maklum teman-teman ternyata lagi ada lomba 17 agustus. Yeay!! Ini emang sudah rutinitasnya semua sekolah seantero Indonesia dalam memeriahkan HUT NKRI. Apalagi sekarang usia bangsa kita Indonesia sudah tua, yaitu 71 Tahun. Ya!! 71 tahun kita sudah merdeka Coy!!!!ali_031.gif

Yang jelas semua jadi meriah, guru dan beberapa staff yang nganggur juga bisa leha-leha beristirahat. Ya iyalah.. masa disuruh ngajar terus!.

Tapi ada juga yang nggak kebagian slot ikutan lomba dan akhirnyaaa.. cuman ngendon di kantin. Ada juga yang sembunyi di perpustakaan, bahkan karena pagar pembatas di sekolah saya masih Cuma pagar duri, akhirnya ada juga tuh yang nyemplung ke sawah dekat sekolah. Mau ngapain Dek? Cari kodok??

Menurut saya selayaknya kalau memang ada acara semacam itu semuanya harus bisa dilibatkan dan diikutsertakan. Coba kita hitung….

Lomba makan kerupuk Cuma diwakili 1 orang

Tarik tambang 5 orang mentok 7 orang

Lomba balap karung 1 orang

Lain-lain paling 5 orang..

Total Cuma 18 orang, padahal satu kelas biasanya ada 32 anak. Sisanya ke manaa??? ali_066.gif

Tapi selain lomba.. menurut saya yang harus dilakukan oleh pihak sekolah dan semua instansi di negeri ini adalah melakukan.. hari perenungan nasional!! Mana bisa jiwa nasionalisme dan patriotisme Cuma dibentuk pas upacara?? Kalau pun ada malam perenungan… paling Cuma 2 jam selesai.

“Kadar kecintaan seorang pada negaranya tergantung kecintaannya pada tanag airnya!!” Itu kalimat yang pernah saya dengar dari guru saya Al Habib Lutfi binYahya dari Pekalongan.

Tak Cuma sekadar memberi kalimat mutiara saja namun beliau juga memaparkan ironi masa kini. Kita lihat bagaimana anak muda sekarang lebih senang budaya luar daripada budaya bangsa sendiri. Lebih suka pakai merk luar daripada memakai produk lokal!. Bahkan lebih suka makan makanan luar yang notabene kadang kurang menyehatkan dibanding makan makanan tradisional yang jelas lezat dan menyehatkan!!

Jika bukan kita yang mencintai bangsa ini, jika bukan kita yang menghargai negara ini!!, lalu siapa? Apa mau nunggu bangsa lain yang akan menghargai? Kalau memang gitu yaa sekalian aja undang lagi Belanda, suruh menjajah.

Sudah selayaknya kita memupuk nasionalisme generasi penerus. Tidak cukup dengan enungan semalam, namun renungan yang berkepanjangan. Dengan mengadakan berbagai event yang bercirikan nasionalisme, juga lewat kebjakan publik yang mengutamakan kekayaan lokal.

Okelah. Sampai sini dulu.. hehee semoga nyampai di HUT NKRI tahun depan yang ke 72. Dan saya masih bakal terus melakukan perenungan kemerdekaan ini. hehee

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian, Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Perlu renungan kemerdekaan

  1. luxi89soulmate berkata:

    hahaha..lo gak ikutan lomba makan kerupuk rif? seru tuh!btw…jiaaaaaaaaaaah! udah berapa lama gak nge-blog? gue juga udah lama gak. mampir k blog gue yak. gue mau bikin lo iri. kemarin gue jalan-jalan loooh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s