Hujan dan Perasaan

Catatan 22 Oktober 2016

Hujan dan Perasaan

bmkg-prediksi-jakarta-akan-hujan-sepanjang-hari-JBV7jMedL3.jpg

Ada apa dengan hujan? Kenapa kalau kita ngomongin soal hujan kesannya selalu muram, sedih, kelam. Hadeeuh.. jadi serbaper (serba baper) :p hehehe

Semenjak bulan September-Oktober 2016 di berbagai daerah di Indonesia sudah mulai dilanda hujan lebat. Bahkan beberapa kali banjir menimpa.

Dalam dunia sastra, hujan selalu diidentikan dengan kesedihan, kelabu, muram. Dan semua yang serba nggak enak. Ya meskipun ada satu dua karya sastra yang berpandangan sebaliknya.

Gue sendiri juga ngalami hal kayak gitu!. Kalo tiba-tib hujan… rasanya kenangan sedih di masa lalu mendadak mau keluar. galao kehujanan.gif

“AARRGGHHH..!! Keluarin aku.. aku mau keluar” Jerit kenangan dalam hati.

Tapi segera gue bantah, “Hei Bro.. ini cuman hujan lokal, kan gue lagi nyiramin bunga!” (eh?!)

Selain gue, ada juga makhluk lain yang benci sama hujan. Siapakah dia?. Sosoknya tak asing, dia bertubuh ramping, memakai sepatu boot, dan membawa pedang. Hehee

Dialah Puss in boots, maksud gue “Kucing”!. Yap, kamu udah pasti tahu kalau kucing itu nggak suka sama air. Bukan kenapa-kenapa ya. Sebenarnya mereka takut aja inget sama kenangan mereka di masa lalu, jadinya mereka takut sama air hujan. :p wkwkwk itu sih berdasar observasi gue aja.

october-05-2012-01-52-46-jkl

Soal karya sastra yang menyangkut Hujan… ada beberapa judul yang gue ingat, antara lain novel “lelaki hujan”. Seingat saya juga pernah ada film berjudul seperti ini. Entahlah!.  makan kenari.gif

Yang paling fenomenal adalah puisi “Hujan di bulan Juni”. Ini karya yang dulu nggak sengaja gue temuin waktu lagi browsing di internet. Bahkan ada lagunya. Wuihh.. coba deh dengerin sambil kamu mikirin kenangan sedih kamu. Dijamin meweks! 😛 hehee

Hujan di bulan Juni”

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

 

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan Juni

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

 

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Hemmm.. kayaknya hujan masih bakal turun, dibalik jendela gue masih ngeliat awan hitam bergelantungan. Ya sudah cukup sekian.

321-kaburrr

😀

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Hujan dan Perasaan

  1. Jauharry berkata:

    Melankolis abisss tuh kucing ahaha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s