Seenak Udelmu

Catatan 24 Oktober 2014

Hallow Blogger. hehehe malu.gif

Selamat Pagi dan semoga sehat selalu. Hehee

Maklum kalo anda bacanya pas sore dan lagi males-malesan. Emang gue nge-postnya sore, Cuma salamnya “selamat pagi” biar semangat dikit!

Kemarin minggu (23 Okt) sebenarnya gue udah pengen ngepost tapi hari ini malah lupa pengen ngepost apaan. Hahaha hahaha.gif

Pagi ini gue dikejutkan sebuah SMS yang ngasih tahu kalo temen gue lagi kena musibah. Sodaranya MATI. sorry gue nulisnya kegedean, tapi itulah yang dia tulis di SMS yang gue terima. Gue juga nggak terlalu mikir kenapa ketika sodaranya meninggal, lalu dia SMS ke orang bahwa sodaranya itu “MATI”. Menurut gue kata itu sungguh terlalu menyakitkan, Dia kan bisa pakai nada “meninggal dunia”, atau “nggak ada” “Tiada”. Kalau bahasa jawa bisa pakai “Tilar Dunyo” “Sedo”. Dsb.

Akhirnya gue harus nanggung getah dari musibah itu. Yaitu bagian pekerjaan teman ini saya yang handle. Kebayang kan jika kamu harus ngerjain pekerjaan orang lain, plus job desk kamu sendiri?!! Rasanya menjengkelkan.

Mungkin kalau teman itu bisa bekerja sama, sharing pekerjaan sih oke. Hari ini kita gantikan pekerjaannya dia, besoknya dia gantian membantu pekerjaan kita. Tapi kalau teman kita itu orangnya menjengkelkan dan nggak bisa saling membantu rasanya berat. Mau menggantikan itu.. HGGGRRRGGHHHH…. Rasanya nggak rela!

“Udah sono itu entar lu kerjain bla.bla.bla.” Kata Sarkicok, koordinator gue.

Gue heran sama orang botak dan sudah tua itu, selalu saja gue dijadikan tumbal. Kemarin Cakri sudah nggak masuk, fix saya gantikan job Cakri.

Hari ini Guys!! Senin.. IYA SENIN… di mana upacara bendera diadakan, di mana dedaunan gugur sangat banyak (yang dimulai dari guguran hari sabtu, minggu, plus senin pagi) menuntut untuk dibersihkan. Mampuslah saya!

daun berguguran.jpg

Sementara Sarkicok hanya bisa bicara bla.bla.bla. sok mengatur. Padahal dia sendiri nggak membantu apa pun. Kenapa ada orang seperti ini. Mengorbankan orang lain dengan alasan

“Gue udah tuaa.. nyapu kerjaan ndiri aja sudah encok!”

-_- Kalau begitu jangan banyak bacot! Kalau anda tidak bisa membantu, paling tidak jangan mengganggu. Itu prinsip yang musti kita pegang menurut gue.

Terserahlah orang mau ngoceh apa, terserah mau sok ngatur, loe kerjain sono, ntar yang lain kerjain yang ini (sementara dia nggak ngerjain apa-apa!). Gue asik aja mashyuk dengerin Maulid Simtud Durrar bareng Habib Anis bin Alwy Al Habsyi. 😀

Boleh Sharing dong teman-teman Blogger, kalau punya Bos, atasan, atau rekan kerja yang nyebelin dan “seenak udel” kayak saya. Silahkan dishare dan semoga bisa kita santet lewat online. Hehehe

Sekian.. xie xie.gif

 

 

Iklan

Tentang Rifai Prairie

Rifai Prairie bekerja sebagai office cleaning and maintenance dan juga gardener di salah satu sekolah menengah atas di kab Gresik. Hobi menulis, berkebun, menggambar dan membaca.
Pos ini dipublikasikan di Harian, Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s